PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI



Anak adalah harta yang tidak ternilai harganya. Seorang anak lahir sebagai amanah yang Tuhan titipkan untuk dirawat, dijaga serta didik dan setiap orang tua nantinya akan diminta pertanggungjawaban atas sifat dan perilaku anak semasa di dunia. Secara umum anak merupakan seorang cikal bakal yang kelak akan meneruskan generasi keluarga, bangsa dan negara. Anak juga merupakan suatu aset sumber daya manusia yang nantinya dapat membangun bangsa dan negara.
Anak adalah seorang manusia kecil yang mempunyai potensi dan masih harus dikembangkan. Anak mempunyai sifat yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, anak akan berkembang menjadi manusia yang dewasa seutuhnya. Dalam hal ini anak merupakan seseorang manusia atau individu yang mempunyai pola perkembangan dan kebutuhan tertentu yang berbeda dengan orang dewasa. Anak mempunyai berbagai macam potensi yang harus dikembangkan. Meskipun pada umumnya anak mempunyai pola perkembangan yang sama, tetapi proses perkembangannya akan berbeda satu sama lainnya karena pada dasarnya anak bersifat individual.
Anak dapat sangat mudah mengikuti perkembangan di lingkungannya, seperti cara bicara dan kondisi psikis. Berbagai kondisi sangat mudah diingat dalam pikiran anak, walaupun sebenarnya anak itu belum bisa berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, jika sedang berada dekat dengan anak yang masih kecil berhati-hatilah. Berhati-hati untuk tidak berbicara kasar, tidak meluapkan emosi, tidak membiasakan bergosip dengan orang lain dihadapan anak yang masih kecil. Karena hal itu akan direkam dalam ingatan si anak dan ingatannya sangat kuat hingga anak tersebut menjadi dewasa dan nantinya anak tersebut akan meniru apa yang ia lihat sekarang.
Pada zaman sekarang ini sering dijumpai anak kecil yang sudah pandai menggunakan gadget canggih. Mungkin pada saat ini sudah jarang ditemui atau bahkan sudah menjadi pemandangan langka dan hampir punah anak-anak yang bermain dengan permainan tradisional, apalagi untuk dikalangan anak-anak modern. Game di gadget adalah salah satu pilihan dan bahkan menjadi permainan favorit untuk anak-anak zaman sekarang.
Alasan para orang tua memberikan gadget untuk anaknya adalah supaya anak tersebut bisa tenang dan tidak tidak merepotkan. Gadget sendiri memiliki banyak manfaat apabila digunakan sebagaimana mestinya. Tetapi, perlu juga diketahui bahwa gadget sebaiknya tidak diperkenalkan kepada anak usia dini karena gadget memiliki risiko negatif terhadap perkembangan anak. Terlalu dini mengenalkan gadget pada anak maka risiko kedepannya juga akan semakin besar.
Anak-anak mempunyai rasa keingintahuan yang cukup tinggi sehingga pada saat melihat orang tuanya menggunakan gadget, pasti anak tersebut berusaha untuk meraihnya. Sebagian orang tua terkadang langsung memberikannya supaya anak tersebut tenang dan tidak rewel. Memang tidak ada salahnya memberikan si anak gadget, tetapi apabila hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan maka nantinya akan berbahaya bagi si anak tersebut. Anak kecil sangat rentan terkena radiasi bila dibandingkan dengan orang dewasa. Gadget tidak hanya menimbulkan radiasi yang sangat berbahaya untuk anak, akan tetapi pancaran sinar dari layar gadget sangat membahayakan untuk kesehatan si anak tersebut. Oleh karena itu, anak-anak usia dini sebaiknya dihindarkan dulu dari gadget agar tidak membahayakan kesehatannya. Anak-anak masih mengalami perkembangan sistem saraf sehingga sangat rentan terkena radiasi.
Anak-anak mungkin pada awalnya hanya menggunakan gagdet sebatas untuk bermain game, tetapi lama kelamaan pada saat anak itu sudah menemukan kesenangan dengan benda tersebut maka nantinya akan menjadi sebuah kebiasaan yang berdampak negatif terhadap perkembangan anak itu. Apabila sudah menjadi kebiasaan maka hal ini dapat menyebabkan anak tidak berminat untuk berinteraksi dengan orang lain. Kondisi seperti ini tentunya sangat tidak baik untuk perkembangan kemampuan anak dalam hal bersosialisasi.
Selain berdampak kepada kemampuan berinteraksi anak, kebiasaan menggunakan gadget juga bisa berpengaruh kepada kesehatan anak. biasanya ketika si anak sudah kecanduan bermain game digadget, tidak akan terkendali sehingga lupa untuk makan dan berakibat kepada kesehatan tubuh anak tersebut. Maka dari itu, alangkah lebih baiknya apabila orang tua membatasi penggunaan gadget tersebut.
Para orang tua perlu membatasi penggunaan gadget pada anak karena penggunaan gadget secara berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap perkembangan anak, seperti yang sudah dipaparkan diatas. Sebaiknya orang tua mulai mengontrol penggunaan gadget pada anak-anak mulai dari sekarang. Cara mengontrolnya dengan tidak memberikan gadget yang mempunyai kamera kepada anak, melacak penggunaan internet pada saat anak memakai gadget supaya anak-anak terhindar dari konten-konten dewasa yang seharusnya tidak dilihat pada umurnya. Selanjutnya, juga dengan cara membatasi waktu bermain gadget, jangan sampai anak kehilangan waktu bersosialisasinya di luar, terlebih waktu yang seharusnya dapat lebih bermanfaat apabila diisi dengan kegiatan belajar.
Para orang tua dapat saja terus membiarkan anak bermain dengan gadget, tetapi ada baiknya tetap didampingi dan dapat menyiasati dengan memberikan permainan yang memiliki nilai edukasi didalamnya. Dengan begitu orang tua bisa mengarahkan anak tersebut untuk bermain sambil belajar. Dan juga ada baiknya memilih game atau permainan yang dapat melatih kecerdasan dan ketajaman otak anak.
Setiap anak pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan sendiri adalah bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. Sedangkan perkembangan merupakan bertambah sempurnanya fungsi alat dalam tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar. Proses pertumbuhan dan perkembangan anak tidak selamanya dapat berjalan sesuai dengan harapan. Penyebabnya adalah karena banyaknya faktor yang mempengaruhi, adapun faktor yang mempengaruhi seperti faktor keturunan yang dapat diubah maupun faktor lingkungan yang tidak dapat diubah.
Anak-anak juga mengalami proses perkembangan emosi. Pada anak usia dini biasanya terjadi ketidakseimbangan dimana anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit untuk dibimbing dan diarahkan. Reaksi emosi pada anak biasanya sangat kuat. Dalam hal kekuatan, semakin bertambahnya usia pada anak, dan semakin bertambah matangnya emosi pada anak, maka anak tersebut akan semakin terampil dalam memilih keterlibatan emosionalnya. Reaksi emosi pada anak biasanya sering kali muncul pada setiap peristiwa dengan cara yang diinginkannya. Semakin emosinya berkembang menuju kematangannya, maka anak akan semakin belajar mengontrol diri dengan cara memperlihatkan reaksi emosi yang dapat diterima di lingkungannya. Reaksi emosi pada anak mudah berubah dari satu kondisi kekondisi lainnya, reaksi emosi ini bersifat individual. Biasanya keadaan emosi pada anak dapat dikenali melalu tingkah laku yang ditampilkannya.
Proses perkembangan emosi anak-anak pada usia dini biasanya beragam pada masing-masing anak. Keberagaman perkembangan emosi tersebut biasanya dapat terjadi antar individu, antar anak dalam kelompoknya, antar jenis kelamin, bahkan dapat juga terjadi antar unsur yang berbeda dalam setiap diri anak. Sikap memahami berbagai keberagaman itu akan memunculkan sikap-sikap positif dalam memandang kasus-kasus yang menyertai perkembangan emosi yang berada dilingkungan anak tersebut.
Anak usia dini secara umum adalah anak-anak yang berusia dibawah 6 tahun. Jadi mulai dari anak itu lahir sampai ia mencapai umur 6 tahun, maka ia akan dikategorikan sebagai anak usia dini. Anak usia dini merupakan individu yang unik, dimana ia memiliki pola pertumbuhan serta perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, emosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi khusus dan sesuai dengan tahapan yang dilalui oleh anak tersebut.
Masa pada anak usia dini ini merupakan masa yang bisa disebut sebagai “golden age” karena pada masa ini nantinya sangat menentukan seperti apa anak kelak jika mereka dewasa baik dari segi fisik, mental maupun kecerdasan. Banyak faktor yang akan sangat mempengaruhi anak dalam perjalanan menuju kedewasaan, tetapi apa yang didapat dan apa yang diajarkan kepada anak di usia dini akan tetap membekas dan bahkan memiliki pengaruh dominan pada anak dalam menentukan setiap pilihan dan langkah hidup.
Anak usia dini biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar. Anak usia dini juga merupakan pribadi yang unik karena biasanya ia suka berfantasi dan berimajinasi. Masa pada anak usia dini adalah masa yang paling potensial untuk belajar.
Pada usia dini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Pada usia ini anak paling peka dan potensial untuk mempelajari sesuatu, rasa ingin tahu anak yang sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari anak yang sering bertanya tentang apa yang dilihatnya. Apabila pertanyaannya belum terjawab, maka ia akan terus bertanya sampai ia paham dengan apa yang dimaksud. Anak memiliki keunikan tersendiri yang berasal dari faktor genetik atau bisa juga dari faktor lingkungan. Misalnya faktor genetik yaitu dalam hal kecerdasan anak, sedangkan dari faktor lingkungan terdapat pada gaya belajar anak. Anak usia dini suka berfantasi dan berimajinasi, ini menjadi sesuatu yang penting untuk perkembangan kreativitas dan bahasa anak, biasanya anak suka membayangkan suatu hal melebihi kondisi yang nyata.
Pendidikan untuk anak-anak adalah suatu cara pembinaan yang ditujukan kepada anak-anak untuk membantu pertumbuhan serta perkembangan jasmani dan rohani, agar anak mempunyai kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut. Pendidikan untuk anak menjadi hal yang sangat penting. Dengan pendidikan yang baik maka masa depan seorang anak akan lebih terencana dan terjamin. Pendidikan untuk anak bertujuan agar potensi anak-anak bisa digali sebagai persiapan untuk hidup serta dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya.
Pendidikan untuk anak bukan hanya ditempuh di bangku sekolah saja, tapi sebagai orang tua hendaknya harus mengajarkan bagaimana menjalani hidup ini dengan cara yang paling baik. Salah satu contohnya adalah mendidik dan membiasakan anak untuk mempunyai sikap kemandirian. Sikap mandiri sudah bisa dibiasakan sejak anak masih kecil. Misalnya seperti membiasakan anak untuk memakai pakaian sendiri, mengikat tali sepatu sendiri, dan berbagai macam pekerjaan-pekerjaan kecil sehari-hari lainnya.
Sebagai orang tua hendaknya melakukan suatu penerapan atau kebiasaan untuk melatih anak agar menjadi mandiri. Semisal, memberi kesempatan anak untuk memilih. Dengan memberi kesempatan anak untuk memilih, maka anak akan lebih terbiasa dihadapkan pada beberapa pilihan, itu dapat melatih anak untuk membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Kebiasaan untuk membuat keputusan-keputusan di lingkup kecil sejak dini nantinya akan memudahkan anak untuk menentukan dan juga memutuskan sendiri hal-hal dalam kehidupannya.
Dengan menghargai usaha yang dilakukan anak pun bisa melatih kemandiriannya. Sekecil apapun usaha yang dilakukan dan diperlihatkan anak berusahalah selalu menghargainya.
Hindari banyak bertanya ke anak, karena pertanyaan-pertanyaan dari orang tua yang sebenarnya bermaksud untuk menunjukkan perhatian kepada anak, dapat diartikan sebagai sikap yang terlalu banyak mau tahu bagi si anak. Biarkan anak dengan sendirinya menceritakan hal-hal yang ingin ia ceritakan tanpa harus didorong-dorong.
Hindari juga langsung menjawab jika anak mengajukan pertanyaan. Meskipun salah satu tugas orang tua adalah memberi informasi serta pengetahuan yang benar kepada anak, tapi sebaiknya orang tua tidak langsung menjawab, tetapi memberikan kesempatan dahulu kepada anak untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan tugas orang tua adalah mengoreksi apabila anak salah menjawab, serta memberi penghargaan jika anak benar menjawab. Dengan demikian anak pun akan terlatih untuk tidak begitu saja menerima jawaban orang tua, yang akan diterimanya sebagai satu jawaban yang benar.
Selanjutnya untuk melatih anak bersikap mandiri, dengan cara mendorongnya untuk melihat suatu alternatif. Sebaiknya anakpun tahu bahwa untuk mengatasi suatu masalah tidak hanya orang tua sebagai satu-satunya tempat bertanya, tetapi masih banyak sumber-sumber lain di luar rumah yang dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi. Dengan cara seperti itu anak tidak akan hanya tergantung pada orang tua saja.
Jangan mematahkan semangatnya. Apabila anak sudah mau memperlihatkan keinginannya untuk mandiri, dorong ia untuk terus melakukannya. Jangan pernah membuatnya kehilangan motivasi atau harapannya mengenai sesuatu yang ingin dicapainya. Jangan pernah mengatakan kata “mustahil” terhadap sesuatu yang ingin digapai anak. dengan cara seperti ini setidaknya anak mengetahui bahwa sebenarnya orang tuanya mendukung untuk ia bersikap mandiri. Meskipun, akhirnya dengan alasan-alasan yang diajukan orang tua belum dapat memenuhi keinginan anak tersebut.
Pendidikan anak usia dini yang orang tua berikan kepada anak merupakan suatu persiapan kematangan anak dalam menghadapi proses perkembangannya dimasa yang akan datang. Pada saat ini sudah sangat banyak berbagai sekolah taman kanak-kanak memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas untuk mengembangkan kemampuan dan bakat dalam diri anak tersebut. Oleh karena itu, diperlukan usaha dari orang tua untuk mengajar dan mendidik anak terutama dalam membaca. Mengajarkan anak untuk membaca tidak harus melihat berapa usia yang tepat untuk mengajarkannya, yang paling penting adalah berusaha memberikan yang terbaik dalam pendidikannya kelak.
Pendidikan yang diberikan kepada anak-anak tidak hanya pendidikan formal, tetapi pendidikan non formal pun tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan kreatifitas dan disiplin waktu pada anak. Meskipun terkadang orang tua merasa kalau bakat atau kemampuan anak itu belum terlihat. Tapi tidak ada salahnya memperkenalkan berbagai macam kegiatan non formal seperti les tari, les musik dan berbagai macam lainnya kepada anak usia dini.
Pendidikan anak berada ditangan orang tuanya, karena peningkatan peranan keluarga dan pemberdayaannya dalam mendidik anak yang akan menghadapi masa depan adalah mengacu pada hubungan ayah dan ibu. Didalam proses pendidikan orang tua berkewajiban mengembangkan potensi anak yang bersumber dari suasana keluarga, pergaulan, kehidupan spiritual keluarga dan bagaimana tugas tersebut diwujudkan.
Pada intinya pendidikan usia dini yang diberikan kepada anak-anak tidak semata-mata hanya untuk fomalitas dalam kehidupan nantinya, tetapi juga mengacu pada kemampuan dan kualitas anak untuk menghadapi pemasalahan di masa depan kelak. Peran orang tua sangat penting dan sangat diperlukan oleh anak-anak untuk membentuk karakter yang baik, cerdas dan bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan negara.
Pendidikan anak usia dini dapat berlangsung melalui tiga tempat. Pertama, proses pendidikan yang berlangsung pertama kali yaitu didalam lingkungan keluarga. Keluarga mempunyai peranan yang penting untuk menanamkan pendidikan kepada anak, keluarga menjadi sumber utama dalam proses penanaman nilai-nilai dan pengetahuan mengenai kewajiban serta pengamalan ajaran agama.
Yang kedua, proses pendidikan yang berlasung di sekolah. Sekolah mempunyai peranan penting untuk upaya mewujudkan anak didik yang cerdas dan berakhlak mulia. Di sekolah guru merupakan pusat perhatian anak. Pada anak usia dini, segala sikap, ucapan maupun perbuatan guru akan ditiru oleh anak didik.
Dan yang ketiga, proses pendidikan yang berlangsung di masyarakat. Lingkungan masyarakat cukup banyak mempengaruhi perilaku anak, di dalam masyarakat akan ditemukan berbagai macam budaya. Karakter dan perilaku masyarakat yang ditemui juga beragam, baik perilaku yang positif maupun negatif. Perilaku-perilaku tersebut akan sangat berpengaruh pada memori anak.
Sekarang ini orang tua sudah mulai banyak mendaftarkan anaknya yang berusia dini untuk bersekolah di sekolah PAUD, meskipun pada awalnya mungkin sekolah PAUD hanya diminati oleh orang tua yang mempunyai penghasilan tinggi, tetapi sekarang sudah ada beberapa sekolah PAUD yang dibuka dengan biaya terjangkau. Sebagian besar orang tua mungkin masih ada yang berpikir untuk apa anak disekolahkan di sekolah PAUD selama masih bisa mendidik anaknya sendiri. Pendapat orang tua ini ada benarnya. Jika orang tua benar-benar mempunyai waktu luang untuk memberikan pendidikan kepada anaknya sebelum masuk ke jenjang sekolah maka tidak akan menjadi masalah. Biasanya sekolah PAUD dimanfaatkan oleh orang tua yang tidak mempunyai waktu karena sibuk bekerja dan tidak sanggup untuk memberikan pendidikan yang sesuai untuk anaknya.
Jika seorang anak diberikan pendidikan sejak usia dini  yang bagus maka anak tersebut akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil dan mengembangkan ide serta sudah siap untuk bersekolah. Sedangkan anak yang tidak mendapatkan pendidikan sejak usia dini maka akan cenderung lamban dalam menerima sesuatu. Pendidikan anak usia dini bukan hanya sekedar jenjang pendidikan yang harus dilalui anak, tetapi lebih menekankan tujuannya untuk melatih anak beradaptasi terhadap lingkungan yang akan dihadapinya.
Kemajuan suatu bangsa dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang ada didalamnya. Dengan sumber daya manusia yang hebat maka akan terbentuklah bangsa yang kuat. Hebat atau tidaknya sumber daya manusia dipengaruhi oleh pendidikan yang diperolehnya. Kualitas pendidikan akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia.

Komentar

Postingan Populer