Hasil Belajar: Keterampilan Intelektual dan Strategi Kognitif yang Jarang Terukur

Hasil Belajar
Keterampilan Intelektual dan Strategi Kognitif yang Jarang Terukur
Akademik
·         Fakta
Fakta merupakan hal, peristiwa, keadaan atau sesuatu yang merupakan kenyataan yang benar-benar ada atau terjadi. Pernyataan itu berupa kalimat yang ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa, atau keadaan yang benar-benar terjadi objektif.
·         Konsep
Salah satu pernyataan dalam teori Ausubel adalah bahwa faktor yang paling penting yang mempengaruhi pembelajaran adalah apa yang telah diketahui siswa atau pengetahuan awal. Konsep sangat diperlukan dalam pembelajaran supaya belajar dan pembelajaran jadi lebih bermakna. Konsep-konsep lama yang sudah ada didalam struktur kognitif siswa, maupun konsep yang baru muncul harus saling berkaitan satu sama lain. Untuk mengetahui konsep-konsep yang dimiliki siswa dalam pembelajaran adalah dengan cara pertolongan peta konsep, supaya pembelajaran yang berlangsung bisa berjalan lebih bermakna.
·         Prinsip
Prinsip dapat diartikan sebagai sesuatu yang menjadi dasar dari pokok berpikir, berpijak atau bertindak. Prinsip didalam pembelajaran adalah landasan berpikir, landasan berpijak dengan harapan tujuan pembelajaran tercapai dan tumbuhnya proses pembelajaran yang dinamis dan terarah. Prinsip disini bisa diuraikan dengan, Perhatian dan Motivasi, Keaktifan belajar peserta didik, Keterlibatan langsung atau Pengalaman dari peserta didik, Mengulang pembelajaran yang diberikan sebelumnya (melakukan pengulangan), Memberikan Tantangan di dalam pembelajaran, Memberikan penguatan materi kepada peserta didik dan juga Memahami perbedaan Individu seperti karakteristik, kepribadian dan sifat lainnya dari peserta didik.
·         Prosedur
Untuk mencapai suatu hasil belajar tentu saja harus mengikuti prosedur tertentu, didalam pembelajaran terdapat tiga prosedur atau langkah-langkah yang dilakukan. Pertama Pendahuluan, kegiatan didalam pendahuluan yaitu menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan menciptakan kesiapan belajar peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang demokratis dan juga Apersepsi yang meliputi kegiatan mengajukan pertanyaan untuk mengaitkan materi yang akan dibelajarkan dengan materi atau pengetahuan yang telah dikuasai sebelumnya. Kedua, Kegiatan Inti yaitu kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaraan bentuk kegiatan inti ini adalah eksplorasi, konsolidasi pembelajaran dan pembentukan sikap dan perilaku. Ketiga adalah Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Pembelajaran contohnya adalah pemberian tugas maupun post tes.
Non Akademik
·         Problem Solving
Problem Solving atau pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan infrormasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat (Hamalik, 1994:151). The Robert Gordon University (1998) menyatakan bahwa Problem Solving atau pemecahan masalah adalah tingkat tertinggi dari proses kognitif. Ini melibatkan pengembangan kemampuan untuk menciptakan aturan yang kompleks dan prosedur untuk tujuan memecahkan suatu masalah tertentu, dan kemudian menggunakan metode untuk memecahkan masalah-masalah lain yang sifatnya serupa.
Dalam pemecahan masalah biasanya ada lima langkah yang harus dilakukan:
a.       Menyajikan masalah dalam bentuk yang lebih jelas.
b.      Menyatakan masalah dalam bentuk yang operasional (dapat memecahkan masalah).
c.       Menyusun hipotesis-hipotesis alternatif dan prosedur kerja yang diperkirakan baik untuk dipergunakan dalam memecahkan masalah itu.
d.      Mengetes hipotesis dan melakukan kerja untuk memperoleh hasilnya (pengumpulan data, pengolahan data, dll.), hasilnya mungkin lebih dari satu.
e.       Memeriksa kembali apakah hasil yang diperoleh benar.
·         Creative Thinking
Creative Thinking atau berpikir kreatif adalah menggunakan kemampuan berpikir kita untuk membuat hubungan yang baru dan hubungan yang lebih berguna dari informasi yang sebelumnya sudah kita ketahui. Jadi, Creative Thinking tidak selalu menghasilkan sesuatu yang betul-betul baru melainkan bisa juga menghubungkan hal-hal yang sudah kita ketahui menjadi pengertian yang lebih sempurna.
Creative Thinking berarti melepaskan diri dari pola umum yang sudah tertanam dalam ingatan, mampu mencermati sesuatu yang luput dari pengamatan orang lain. Seseorang yang mempunyai Creative Thinking harus mampu untuk mengemukakan gagasan yang tidak umum, berani mengambil resiko berbeda, peka akan alam dan manusia, mudah tertarik untuk bermain-main dengan asumsi dan menggabungkan ide-ide yang sudah ada.
·         Decision Making
Decision Making merupakan keputusan hasil pemecahan maslah yang dihadapi dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai “Apa yang harus dilakukan” dan seterusnya mengenai unsur perencanaan. Decision Making bisa juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Decison Making biasanya diambil dengan segaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Masalah yang dihadapi harus terlebih dahulu diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada, Tujuannya agar semua kegiatan dapat berjalan lancar dan dapat dicapai dengan efisien. Walupun kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan Decision Making ini tetapi inilah yang merupakan masalah yang harus dipecahkan.
·         Collaboration
Collaboration adalah belajar dengan situasi dimana terdapat dua atau lebih orang belajar atau berusaha untuk belajar sesuatu secara bersama-sama. Collaboration biasanya tidak seperti belajar sendirian, orang yang terlibat didalam collaboration memanfaatkan sumber daya dan keterampilan satu sama lain, meminta informasi satu dengan yang lain, mengevaluasi ide-ide satu dengan yang lain, dan juga memantau pekerjaan satu sama lain. Collaboration didasarkan dimana pengetahuan dapat dibuat dalam satu populasi dimana anggotanya secara aktif berinteraksi dengan berbagi pengalaman dan melakukan tugas umum dimana setiap individu saling tergantung dan bertanggung jawab satu sama lain.
·         Learning How To Learn
Learning How To Learn merupakan sikap untuk selalu memperbaharui dan memperbaiki diri, oleh karena itu membutuhkan orang yang senantiasa terbuka terhadap masukan dan pendapat orang lain. Learning how to learn adalah cara belajar yang mengarahkan peserta didik untuk mengembangkan dan memperluas materi secara mandiri melalui diskusi, observasi, dll. Cara belajar yang dapat menumbuhkan dan memupuk motivasi internal peserta didik untuk belajar jauh dan lebih dalam.
Belajar di dalam learning how to learn pada dasarnya tidak hanya berorientasi kepada produk atau hasil belajar, akan tetapi juga harus berorientasi kepada proses belajar. Dengan proses belajar, peserta didik bukan hanya sadar akan apa yang harus dipelajari, akan tetapi  juga memiliki kesadaran dan kemampuan bagaimana cara mempelajari yang harus dipelajari.
Berikut ini adalah Hubungan dari Hasil Belajar Akademik dan Non Akademik yang sudah dijelaskan diatas:
1.      Hubungan Antara Fakta dengan Problem Solving
Seperti yang sudah dijelaskan diatas Pengertian Fakta maupun Problem Solving, hubungan antara keduanya ini seperti contoh ada seorang peserta didik menyampaikan suatu pernyataan yang berupa fakta dalam sebuah sesi diskusi, kemudian ada peserta didik yang lain menyanggah atau membantah suatu pernyataan fakta tersebut, disinilah peran guru dibutuhkan dalam mengemukakan Problem Solving kepada peserta didik tersebut. Guru menengahi dan memberikan pemecahan masalah agar menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan diskusi tersebut.
2.      Hubungan Antara Konsep dan Creative Thinking
Konsep dan Creative Thinking memiliki hubungan satu sama lain, didalam pembelajaran sudah terdapat konsep-konsep lama yang dipakai sampai saat ini tetapi dengan Creative Thinking kita bisa menemukan konsep-konsep baru didalam pembelajaran dengan bantuan sebuah peta konsep. Sebagai contoh, peserta didik memiliki kemampuan membuat kerajinan tangan, dia sudah memahami konsep-konsep pembuatan kerajian tangan tersebut, dan dengan mempunyai Creative Thinking peserta didik tersebut mulai mengembangkan kerajinan tangan tersebut untuk dijual ke orang-orang dan bisa mendapatkan uang dan apresiasi dari hasil konsep yang dia miliki dan Creative Thinking yang tertanam.
3.      Hubungan Antara Prinsip dengan Decison Making dan Collaboration
Prinsip sebagai sesuatu yang menjadi dasar dari pokok berpikir, berpijak atau bertindak dengan harapan tujuan pembelajaran tercapai dan tumbuhnya proses pembelajaran yang dinamis dan terarah. Dikarenakan prinsip dijadikan dasar dalam proses berpikir maupun bertindak, maka juga diperlukan Decision Making atau membuat keputusan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran dari konsep tersebut. Dan juga untuk mencapai tujuan itu menjadi lebih baik lagi memerlukan Collaboration agar bisa bertukar pikiran satu dengan yang lainnya, jadi jika ada satu orang kemampuan berpikir atau bertindak nya masih kurang maka teman yang lainnya bisa membantu menutupi kekurangan tersebut. Oleh karena itu disini Prinsip, Decision Making dan Collaboration saling berhubungan.
4.      Hubungan Antara Prosedur dan Learning How To Learn
Antara Prosedur dengan Learning How To Learn saling berhubungan, Learning how to learn merupakan cara belajar untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dan juga memupuk motivasi peserta didik, nah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik tersebut tentu saja diperlukan prosedur atau langkah langkah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik. Maka dari itu prosedur dan learning how to learn merupakan dua hal yang saling berhubungan.


DAFTAR PUSTAKA
Suyono, dan Hariyanto. 2014. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Sain, Soma Salim. 2011. Strategi Kognitif dalam Pembelajaran. Online Tersedia di somsalims.blogspot.co.id/2011/03/strategi-kognitif-dalam-pembelajaran.html?m=1 diakses pada tanggal 22 Oktober 2017

Online Tersedia di id.wikipedia.org/wiki/Collaborative_learning-work diakses pada 22 Oktober 2017

Sudrajat, Akhmad. 2008. Prosedur Pembelajaran. Online Tersedia di akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/08/02/prosedur-pembelajaran/amp/ diakses pada 24 Oktober 2017

Komentar

Postingan Populer