BELAJAR DAN PEMBELAJARAN “TEN MEGA TREND THINKING DEVELOPMENT (LIFE LONG LEARNING)”

Berbicara tentang belajar dan pembelajaran adalah berbicara tentang sesuatu yang tidak pernah berakhir sejak manusia ada dan berkembang di muka bumi sampai akhir zaman nanti. Belajar adalah suatu proses dan aktivitas yang selalu dilakukan dan dialami manusia sejak manusia di dalam kandungan, buaian, tumbuh berkembang dari anak-anak, remaja sehingga menjadi dewasa, sampai ke liang lahat, sesuai dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat.
Ten Mega Trend Thinking Development (Life Long Learning) adalah salah satu materi dalam belajar dan pembelajaran. Kesepuluh pembelajaran tersebut adalah Belajar melalui kehidupan kita, Belajar dalam organisasi, institusi, asosiasi, jaringan, Belajar berfokus pada kebutuhan nyata, Belajar dengan seluruh kemampuan otak, Belajar bersama (bekerjasama), Belajar melalui multi media, teknologi, format, dan gaya, Belajar langsung dari berpikir, Belajar melalui pengajaran/pembelajaran, Belajar melalui sistem pendidikan kita yang akan berubah cepat (atau lambat) untuk membantu belajar sepanjang hayat dan masyarakat belajar, dan Belajar bagaimana belajar. Dalam artikel ini saya akan membahas dan menjelaskan 9 dari 10  pembelajaran tersebut, yaitu mengenai Belajar dalam organisasi, institusi, asosiasi, jaringan sampai dengan belajar bagaimana belajar.
1.      Belajar dalam organisasi, institusi, asosiasi, jaringan.
Secara umum organisasi, institusi, asosiasi, dan jaringan dapat diartikan sebagai bentuk kerja sama antara kelompok orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu guna mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan bersama. Dengan mengikuti organisasi anggotanya tentu saja mempunyai lebih banyak jaringan yang tentu saja sangat menguntungkan untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Belajar dalam organisasi mendorong anggotanya untuk berkembang secara optimal dan mengembangkan kapasitas individu untuk mencapai hasil kerja terbaik. Dalam hal ini biasanya anggota dari organisasi menjadi lebih bisa menguasai dirinya sendiri atau penguasaan pribadi. Penguasaan pribadi sendiri ditujukan agar individu dapat melihat sesuatu secara objektif, hal ini dapat membuat mereka bisa memahami kemampuan dirinya sendiri dan menjadi lebih bisa melakukan dan mengembangkan hal-hal yang bermanfaat. Dengan belajar dalam organisasi, institusi, asosiasi dan jaringan bisa menumbuhkan sikap saling bekerja sama atau teamwork. Teamwork tentu saja sangat menguntungkan karena pekerjaan yang biasanya dikerjakan bersama-sama akan lebih optimal daripada pekerjaan yang dilakukan individu secara terpisah-pisah.
2.      Belajar berfokus pada kebutuhan nyata
Belajar berfokus pada kebutuhan nyata yaitu, belajar untuk berhadapan dengan kenyataan hidup yang kita jalani saat ini. Artinya kebutuhan nyata harus difokuskan, kebutuhan nyata yang dimaksudkan yaitu guru, buku dan internet. Dengan menggunakan kebutuhan nyata yang ada tersebut belajar akan lebih efektif, tidak harus menambah jam belajar diluar lagi seperti les privat. Karena dengan memperhatikan guru, menggunakan buku yang ada sebagai sarana dan menggunakan internet sebagai referensi, tambahan itu sudah cukup untuk menambah dan mengembangkan wawasan.
3.      Belajar dengan seluruh kemampuan otak
Belajar dengan seluruh kemampuan otak disini dimaksudkan untuk memaksimalkan kemampuan kinerja otak didalam pembelajaran. Otak manusia teridiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik (kemampuan berbicara, mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat, logika, angka, analisis dll. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistok, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, dan pengembangan kepribadian. Otak kiri sebagai pengendali IQ sementara otak kanan memegang perkembangan emosional seseorang. Kedua belahan otak perlu dikembangkan secara maksimal dan seimbang. Belajar biasanya cenderung memanfaatkan otak kiri, misalnya dengan memaksa anak untuk berpikir logis dan rasional akan membuat anak dalam posisi “kering dan hampa”. Oleh karena itu belajar berpikir logis dan rasional perlu didukung oleh pergerakan otak kanan, misalnya dengan memasukkan unsur-unsur yang dapat memengaruhi emosi, yaitu unsur estetika melalui proses belajar yang menyenangkan dan menggairahkan. Dalam proses standar pendidikan, belajar adalah memanfaatlkan kedua belahan otak secara seimbang. Belajar jadi mudah jika mampu menyeimbangkan dan memaksimalkan kemampuan kinerja otak.
4.      Belajar bersama (bekerjasama)
Belajar bersama (bekerjasama) merupakan suatu proses kelompok yang didukung oleh anggota-anggota kelompok, dimana ada ketergantungan satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuang yang disepakati. Belajar bersama atau bekerjasama bisa membangun dan memberikan pendapat untuk suatu tujuan yang sehat, bisa menambah pengertian kita tentang suatu masalah misalnya pertanyaan-pertanyaan, wawasan dan penyelesaian. Bisa menanggapi, dan bekerja untuk mengerti pertanyaan-pertanyaan lain, setiap anggota kelompok bisa berbicara kepada yang lain dan dapat menyumbangkan serta mempertimbangkan sumbangan pikiran mereka. Belajar bersama (bekerjasama) bisa melatih rasa bertanggung jawab terhadap satu anggota kelompok dengan yang lainnya.
5.      Belajar melalui multi media, teknologi, format dan gaya
Belajar melalui multi media, teknologi, format dan gaya disini dimaksudkan sebagai belajar dengan memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang saat ini. multimedia adalah media yang menggabungkan unsur teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi. Belajar melalui multimedia diartikan aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran bisa membuat lebih merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan belajar yang terkendali. Belajar melalui teknologi sangat mempunyai banyak keuntungan apalagi pada zaman modern saat ini, di internet sangat banyak modul pembelajaran yang tersedia kita bisa dengan mudah mengaksesnya kapanpun dan dimanapun. Belajar melalui format dan gaya dimaksudkan dalam proses pembelajaran diselipi format-format dan gaya-gaya untuk membuat peserta didik lebih memahami lagi apa yang disampaikan. Misalnya dengan gaya belajar visual (penglihatan), gaya belajar auditori (pendengaran) dan juga gaya belajar kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh).
6.      Belajar langsung dari berpikir
Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian. Belajar langsung dari berpikir adalah belajar dengan memanfaatkan kemampuan berpikir. Belajar langsung dari berpikir biasanya membuat seorang peserta didik menjadi lebih kreatif karena mereka diajak berpikir dan spontan langsung mengerjakan apa yang mereka pikirkan itu.
7.      Belajar melalui pengajaran/pembelajaran
Pengajaran didefinisikan dengan kegiatan, praktik, pekerjaan atau sesuatu yang diajarkan, seni atau kegiatan mendidik. Pengajaran dipandang sebagai suatu sistem yang bergantung satu sama lain dan terorganisir. Belajar melalui pengajaran/pembelajaran bisa membantu sesorang untuk mencapai tujuan dan kemajuan dalam berbagai aspek sesuai dengan potensi kognitif, afektif maupun psikomotornya. Belajar melalui pengajaran/pembelajaran dapat membantu mendapat informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan diri dan cara-cara bagaimana belajar dengan mudah dan efektif.
8.      Belajar melalui sistem pendidikan kita yang akan berubah cepat (atau lambat) untuk membantu belajar sepanjang hayat dan masyarakat belajar
Belajar melalui sistem pendidikan yang akan berubah untuk membantu belajar sepanjang hayat dan masyarakat belajar cocok bagi masyarakat yang hidup di dalam zaman globalisasi sekarang ini ditunut untuk menyesuaikan dirinya secara terus menerus dengan situasi baru. Pendidikan sepanjang hayat merupakan ativitas pembelajaran yang dilakukan oleh individu atau kelompok secara seumur hidup, sukarela, dan memotivasi diri untuk terus menerus mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni baik untuk alasan pribadi maupun profesional. Oleh karena itu, pendidikan sepanjang hayat tidak hanya meningkatkan kepribadian sosial dan pengembangan pribadi, melainkan juga daya saing dan kerja. Belajar melalui masyarakat belajar bisa memberi dan meminta informasi sekaligus kepada satu dengan yang lainnya.
9.      Belajar bagaimana belajar
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Belajar adalah kunci yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tidak pernah ada pendidikan. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan.

DAFTAR PUSTAKA
Suyono, dan Hariyanto. 2014. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Fathurrohman, Muhammad. 2015. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Jogjakarta AR-RUZZ MEDIA
Hasbullah. 2001. Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Makmun, Abin Syamsuddin. 2012. PSIKOLOGI PENDIDIKAN Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Mustofa, Bisri. 2015. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Parama Ilmu

Komentar

Postingan Populer